Jumat, 08 November 2013

Koperasi Produsen Tempe Indonesia Kab. Bogor

Nama : Akhmad Arief
NPM  : 20212545
Kelas  : 2eb01

Anggota kelompok:
Aditya Siswantara
Asep Yoyo Sunaryo
Sandi Herdiansyah


Pada posting kali ini saya akan memberikan hasil analisa yang kelompok kami lakukan pada sebuah koperasi di Bogor yakni Koperasi Pengusaha Tempe Indonesia (KOPTI). Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill Ekonomi Koperasi pada semester 3 mengenai permasalahan yang dihadapi oleh koperasi. Dibawah ini adalah point-point yang akan dibahas pada posting kali ini :
I.                   Sejarah singkat KOPTI
II.                Permasalahan pada KOPTI
III.             Solusi Permasalahan KOPTI
Koperasi yang kami kunjungi ini adalah koperasi yang sangat merakyat yang basisnya adalah rakyat yaitu berupa penyediaan bahan baku tempe dan pengolahan dari kedelai itu sendiri, koperasi tersebut adalah KOPTI Kab Bogor.

I.                   Sejarah Singkat KOPTI
Membicarakan tentang koperasi, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan yang bertujuan untuk memakmurkan anggota dan masyarakat sekitar. Begitupun KOPTI atau Koperasi Pengusaha Tempe Indonesia ini merupakan koperasi yang tumbuh subur di Indonesia karena KOPTI ini ada di setiap kabupaten di Indonesia yang merupakan wadah para pengerajin tempe maupun tahu, KOPTI unit usahanya adalah menyediakan bahan baku untuk para pengerajin tempe dan tahu lebih tepatnya adalah membantu para pengusaha tempe dalam menjalankan usahanya.
KOPTI di bentuk pada masa-masa orde baru dimana pada masa itu Indonesia masih dalam suasana bangkit pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945 sehingga Indonesia pun masih meraba-raba perekonomian apakah yang cocok diterapkan di negara seperti kita ini yang masih dalam perjalanan menuju berkembang. Dalam situsi seperti inilah koperasi terbentuk karena sangat cocok untuk negara yang berkembang seperti kita ini, salah satu koperasi yang terbentuk pada masa itu adalah KOPTI yaitu koperasi pengusaha tempe Indonesia yang terbentuk pada tahun 1980 koperasi pada awalnya bertujuan untuk membantu para pengusaha tempe yang kesulitan memperoleh bahan baku yakni berupa kedelai, sebelum KOPTI terbentuk para pengusaha tempe sangat sulit mencari kedelai dimana mereka harus membeli bahan baku kedelai di toko-toko yang kita ketahui orientasinya adalah bisnis, para pemilik toko mematok harga yang cukup tinggi untuk bahan baku tempe tahu tersebut mereka memainkan harga sesuka mereka untuk keuntungan mereka sendiri dimana para pengusaha tempe mau tidak mau harus membeli kedelai-kedelai tersebut walaupun kualitasnya tidak baik agar mereka tetap bisa berproduksi. Melihat masalah ini para pengusaha tempe para pemerhati makanan khas indonesia ini membentuk wadah yang bertujuan untuk membantu para pengerajin tempe di Indonesia agar tetap berproduksi dengan bahan baku yang kualitas baik dan harga terjangkau maka di bentuklah KOPTI yang berada disetiap Kabupaten kota diseluruh Indonesia, mereka bukan hanya diberikan kemudahan dalam memperoleh bahan baku namun mereka juga dibekali keterampilan dalam memanage bahan baku disamping itu hasil pembelian mereka kepada KOPTI pun dijadikan simpanan untuk mereka atau lebih simplenya adalah tabungan untuk mereka.
Pada awalnya KOPTI adalah salah satu koperasi yang sangat di anak emaskan oleh pemerintahan orde baru yang merupakan masa-masa dimana koperasi sangat di galakan, pada masa itu pemerintah sangat memperhatikan koperasi tempe ini dengan jalan menyediakan bahan baku untuk para pengrajin tempe melalui koperasi tersebut, pemerintah memanfaatkan BULOG untuk menjalankan programnya berupa monopoli impor yakni dengan jalan mengimpor 100% bahan baku kedelai dari luar negeri untuk memberikan subsidi kepada para pengrajin tempe maupun tahu melalui koperasi KOPTI, hingga akhirnya terjadi krisis moneter yang menggemparkan dunia pada tahun 1998 yang menyeret IMF sebagai badan yang memperhatikan perekonomian dunia internasional dalam keseimbangan neraca perdagangan untuk menganalisis krisis moneter tersebut dan hasilnya kesimpulan yang diambil oleh  IMF salah satunya adalah krisis tersebut di akibatkan oleh monopoli impor yang dilakukan oleh pemerintahan Indonesia sehingga utang negara menjadi menumpuk dan sulit untuk dilunasi yang pada akhirnya membawa IMF mengeluarkan suatu kebjakan ataupun saran kepada Indonesia untuk menghentikan monopoli impor yang dilakukannya, inilah awal mandirinya KOPTI dan para pengrajin tempe maupun tahu dalam memberikan pelayanan kepada konsumen tanpa bantuan pemerintah


II.                Permasalahan Pada KOPTI
Dalam perjalannanya KOPTI tidak selalu lancar dan tanpa hambatan semenjak pemerintah menghentikan monopoli impor yang berdampak pada dihentikannya subsidi untuk para pengrajin tempe indonesia, KOPTI dan para pengusaha tempe harus memutar otak bagaimana agar produksi tempe di Indonesia tetap berjalan dan kualitas tempe tahu tetap terjaga dengan kandungan protein karbohidrat yang tetap terjaga, di bawah ini akan di bahas beberapa permasalahan yang di hadapi KOPTI dalam perjalannya melayani para pengerajin tempe dan para konsumennya, permasalahan tersebut diantaranya :
1.      Bahan Baku 100% impor
Masalah yang pertama dirasakan pasca diberhentikannya subsidi dari pemerintah adalah ketersediaan bahan baku yang harus dipenuhi oleh KOPTI untuk melayani para pengusaha ataupun pengerajin tempe dalam berproduksi, perlu diketahui bahwa Indonesia yang katanya merupakan negara agraris, memiliki tanah subur itu tidak memiliki “kedelai lokal” walaupun ada itu hanya sebagian kecil dan bukan untuk produksi tempe maupun tahu melainkan makanan ringan saja, sehingga lagi-lagi KOPTI harus bekerja sama oleh para importir kaya dari luar negeri yang memiliki mental usaha yakni merauk profit sebesar-besarnya yang sangat berdampak kepada berjalannya koperasi ini, masalah bahan baku ini diperparah oleh janji-janji fiktif para penguasa para menteri yang katanya akan melakukan swasembada kedelai di tahun-tahun belakangan namun pada kenyataannya nihil “ nol besar”  contoh simplenya yakni tahun 2011 dikatakan untuk menunjang produksi tempe maupun tahu, disiapkan 1.500.000 ton kedelai impor dan 800.000 ton merupakan kedelai lokal namun nyatanya ??? itu hanya sebagai jargon untuk menyelamatkan muka para meteri dari bapak presiden, dan pada akhirnya lagi-lagi KOPTI harus menggulung lengan bajunya untuk berusaha mendapatkan bahan baku kedelai dari impor yang pada akhirnya menghasilkan permasalahan-permasalahan baru bagi KOPTI sendiri.
2.      Permainan Harga
Sebelum subsidi dihentikan para pengrajin tempe begitupun KOPTI sangat leluasa mengatur harga agar kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana dengan semestinya karena harga yang ditawarkan oleh bulog pada masa itu relatif terjangkau untuk para pengrajin dan pengusaha tempe Indonesia, namun setelah subsidi dihentikan KOPTI harus mencari kedelai sendiri di perparah dengan kedelai itu tidak bisa didapatkan di negara kita ini sehingga KOPTI harus mencari dari luar negeri, dengan cara apa ? Yaitu dengan cara impor dengan melalui para importir yakni bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan diluar negeri pada kasus ini adalah Amerika. Dampak yang paling terasa dari sistem kerjasama ini adalah perubahan harga yang signifikan, yaitu mereka sebagai importir mengetahui bahwa negara kita ini sangat membutuhkan kedelai untuk produksi sehingga berapapun harga yang ditawarkan, Indonesia akan membayarnya untuk menutupi kebutuhan masyarakatnya, dimulailah sisi buruk importir yakni mereka dengan seenaknya meminkan harga dengan berbagai alasan, mereka menaikan harga dengan semaunya yang sering disebut dengan kartel.
Contoh “kasus fakta dilapangan” ketika berita bahwa diprediksi bahwa rupiah akan melemah terhadap dolar pada tahun ini sebelum beberapa hari impor dilakukan, berita tersebut sampai ketelinga para importir luar dan itu dimanfaatkan oleh mereka dengan cara apa? Mereka mengirim dari negara mereka menuju Indonesia menggunakan kapal laut, karena diprediksi beberapa hari kedepan rupiah akan anjlok mereka mensiasati untuk menahan kapal mereka diperjalanan hingga rupiah benar-benar anjlok sehingga rupiah yang harus dibayar kepada importir berlipat ganda yang seharusnya KOPTI membayar sebesar 6 milyar berubah menjadi 12 milyar, sehingga dampaknya terasa pada pengrajin tempe yang harus membayar kedelai dari KOPTI dengan harga yang sangat tinggi.
3.      Kualitas kedelai
Bahan baku 100% impor, kemudian harga yang tinggi dari para importir mapan sekaligus kaya, bukan jaminan bagi KOPTI untuk mendapatkan kedelai dengan kualitas yang bagus, dengan harga yang dibilang sudah tinggi, KOPTI baru bisa mendapatkan kedelai yang berkualitas buruk yakni kualitas pakan ternak di negarnya namun di Indonesia itu untuk produksi tempe dan tahu, dan untuk mendapatkan kedelai dengan kualitas sangat bagus yakni untuk makan manusia KOPTI harus merogoh kocek berkali-kali lipat dan itu sangat berat dan itu sangat berat untuk KOPTI.
4.      Kurang pekanya pemerintah
Masalah yang bertubi-tubi semenjak subsidi dihentikan oleh pemerintah seharusnya menjadi gambaran betapa pentingnya pemerintah dalam perkembangan koperasi tempe ini, apakah kita harus pasrah dimainkan oleh kartel? Apakah rakyat Indonesia harus melupakan tempe dan sahabatnya tahu? Melihat kondisi sekarang, semua itu bisa saja terjadi jika pihak-pihak terkait acuh dan masa bodo terkhusus pemerintah Indonesia, banyak hal yang menjadi bukti bahwa pemerintah acuh kepada persoalan ini dibawah saya kutip dari pembicaraan saya dengan pengurus KOPTI Kab Bogor yakni Bapak Endang
“Ketika Saya hadir pada rapat RPJ 2014, pengurus negara dengan lantang bilang untuk beras tahun 2014 kita akan surplus sebesar 8jt ton pak, namun ketika bertanya tentang kedelai beliau berkata kami tidak tahu, inikan bukti bahwa perhatian terhadap kedelai sangat rendah”.
    Disamping itu masalah pemerintah ini diperparah oleh adanya politik uang ataupun konflik kepentingan yang dilakukan oleh para petinggi negara dimana untuk melancarkan usahanya para importir kongkalikong dengan para pejabat agar impor keIndonesia tetap berjalan.
Sangat jelaslah komoditi ini dipandang sebelah mata padahal komoditi ini jika di pandang serius akan mendatangkan banyak manfaat untuk masyarakat dan pemerintah sendiri.
Dari permasalahan-permasalahan yang ada KOPTI pun tidak berdiam diri ditengah persoalan yang begitu banyak KOPTI pun masih dapat berprestsi terkhusus KOPTI kab Bogor ini, dengan management KOPTI yang luar biasa kuat bahkan update terakhir bahwa KOPTI mencetuskan pembuatan “Rumah Tempe” yaitu suatu gedung yang berisi peralatan-peralatan canggih/modern untuk para pengerajin tempe dan kehigenisan sangat diperhatikan, disamping itu inovasi selalu dilakukan oleh KOPTI itu sendiri contoh sederhannya adalah bungkus yang digunakan untuk tempe sudah tiddak menggunakan daun pisang lagi namun sudah menggunakan plastik bermerk, management yang baik pun mendorong anggota dari KOPTI pun berdatangan kurang lebih1.373 orang dan 100 diantaranya adalah pengrajin tempe yang dipertahankan karena kemuan dan sprit yang ditunjukan sangat memuaskan KOPTI.


III.             Solusi Permasalahan KOPTI
Permasalahan yang pelik di hadapi KOPTI seharusnya dapat diatasi bahkan dapat di hindari dengan kerjasama dan kekompakan dari berbagai pihak, di bawah ini beberapa solusi yang dilontarkan oleh KOPTI, pihak eksternal dan kami sebagai mahasiswa.
1.      Mengaktifkan kembali fungsi BULOG
Maksud dari mengaktifkan kembali adalah bukan dalam arti menjalankan lagi subsidi namun menjalankan fungsi lainnya yaitu BULOG diharapkan mampu menstabilkan harga yang terjadi paling tidak mengawasi tingkah laku importir yang memainkan harga dengan seenaknya sehingga disini ada fungsi pengawasan dari pemerintah untuk menyelamatkan pengusaha tempe, sehingga dengan solusi yang satu ini adanya penekanan untuk importir agar tidak semena-mena dengan pengusaha tempe di Indonesia disamping itupun dengan adanya solusi ini diharapkan permasalah mengenai kongkalikong atau kerjasama kotor antar penjabat negara dengan importir bisa diredam.
2.      Manfaatkan lahan yang luas untuk produksi kedelai
Tetangga KOPTI yakni IPB “Institut Pertanian Bogor” telah menemukan varitas kedelai yang termasuk unggulan dimana untuk kedelai varitas lain yang biasanya 1 hektar ketika panen menghasilkan 1 ton sedangkan varitas unggulan yang ditemukan tersebut bisa menghasilkan 3-4 ton kedelai ketika panen, ini adalah sinyal bagus untuk para petani kedelai bahkan para pengerajin tempe untuk menuntaskan masalah bahan baku yang 100% impor tadi, namun kembali lagi kepada pemerintah kita mau atau tidak kah pemerintah menyediakan lahan untuk para petani untuk memulai mengembangkan varitas top ini, jika dilihat lahan kosong Indonesia memiliki beribu bahkan jutaan pulau yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan kedelai contohnya seperti di daerah kalimantan, papua dan daerah-daerah yang lainnya.
3.      Melakukan sosilisasi kepada anggota KOPTI
Maksud dari sosialisasi ini kembali pada visi dan misi KOPTI itu sendiri yaitu mensosialisasikan program-program untuk memberikan harapan baru dengan pengelola dan anggota. Disini saya lihat bahwa KOPTI mengisaratkan bahwa anggota harus tetap tenang  dalam menghadapi angin kencang yang menerjang kestbilan harga pada tempe dan tahu.

Minggu, 13 Oktober 2013

manufacture company


Akuntansi manufaktur adalah akuntansi yang terjadi pada perusahaan manufaktur tentunya. Dimana perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang melakukan pembelian barang baku untuk diolah kembali kemudian dijual kepada para klien atau pelanggannya.
Karaktristik perusahaan manufaktur diantaranya :

1.    Memiliki beberapa akun persediaan
· Persediaan bahan baku   (inventory of raw materials)
Persediaan awal yang dimiliki perusahaan yang merupakan bahan-bahan yang dipergunakan dalam peroses pengolahan dari awal hingga akhir peroduk jadi.
· Persediaan dalam proses (inventory in process )
Merupakan persediaan yang ada diperusahaan berupa barang atau produk yang telah menjadi setengah jadi.
· Pesediaan barang jadi (inventory of finished product)
  Dan persediaan barang jadi merupakan produk jadi atau barang jadi yang telah melewati 
  beberapa tahap, subhanalloh yah hehe

2.    Memiliki beberapa keluarga biaya yang besar
· Biaya dalam proses
Adalah biaya yang terdapat pada pabrik yang langsung menyentuh atau terlibat dalam proses pembuatan produk jadi diantaranya (Biaya bahan baku, Biaya tenaga kerja langsung)
· Biaya overhead pabrik
Merupakan biaya yang terdapat pada pabrik yang tidak langsung bersentuhan atau terliabat dalam proses pembuatan produk jadi diantaranya (Biaya tenaga kerja tidak langsung, bahan pembantu, biaya penyusutan yang terdapat lingkungan pabrik, biaya-biaya lain diluar biaya dalam proses yang terjadi di pabrik)
· Biaya administrasi dan umum
Biaya-biaya mengenai perusahaan yang bersangkutan dengan kantor bukan pada pabrik, biaya ini berhubungan dengan  kegiatan perusahaan diluar dari promosi dan pemasaran, diantaranya (biaya penyusutan untuk lingkungan kantor “penyusutan gedung kantor”, biaya sewa kantor dan sebagainya)

·Biaya pemasaran atau marketing
        Merupakan biaya yang berhubungan dengan way for promotion yap yang berhubungan dengan 
        bagaimana perusahaan memasarkan produk diantaranya (biaya periklanan)
 
3.   Dalam perusahaan manufaktur pencatatan dilakukan tidak jauh berbeda denga perusahaan dagang naupun jasa nanti kita akan bahas lebih lanjut namun singkatnya perusahaan manufaktur memiliki pencatatan yang lebih detail dibandingkan perusahann sebelum-sebelumnya.
Perbedaaan perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang dan jasa :
1.    Perusahaan manufaktur memiliki akun persediaan yang lebih banyak dan memiliki klasifikasi biaya yang lebih kompleks
2.  Dalam perusahaan manufaktur ada 2 kegiatan yang dilakukan ketika menerima sebuah transaksi diataranya : pembayaran dan pembebanan
Example : tanggal 2 agutus perusahaan membayar sewa pabrik sebesar 20.000.000 jurnalnya adalah
Pembayaran
Beban sewa                  20.000.000
            Kas                              20.000.000

Pembebanan
Biaya overhead pabrik 20.000.000
            Beban sewa                20.000.000

Jadi setiap transaksi memiliki 2 pencatatan yang berbeda
3.      Kemudian dalam perusahaan manufaktur sama memiliki laporan keuangan juga namun untuk perusahaan manufaktur mamiliki satu laporan keuangan lagi yakni laporan harga pokok produksi yang berfungsi sebagai pengganti pembelian pada laporan laba rugi. Laporan harga pokok produksi ini berisi biaya-biaya yang telah dikeluarkan perusahaan dalam menghasilkan beberapa produk jadi dimulai dari raw materialsnya, biaya pembatunya kemudaian tenaga kerjanya dan biaya-biaya yang lainnya.

Okey untuk hal yang lainnya perusahaan manufaktur tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa dan dagang,,syukroon katsiron masa depan ada di tangan kita

Mengepa Koperasi sulit berkembang di Indonesia

    Tulisan ini dimaksudkan untuk menyelasaikan tugas softskill dengan mata kuliah ekonomi koperasi di semester 3 ini, membicarakan mengenai kendala pada koperasi di negara berkembang terkhusus Indonesia tentu saja ada hubungannya dengan postingan yang terdahulu yakni mengenai andai aku menjadi menteri koperasi disana dibahas apa itu koperasi kemudian membahas kendala yang sering muncul di koperasi dan yang terpentig apa sih yang saya akan lakukan jika saya menjadi seorang menteri koperasi, dan kali ini saya akan menyebutkan apa sih kendala dari Negara kita dalam perkembangan koperasi.
  Dalam postingan terdahulu hambatan-hambatan yang terjadi dalam perkembangan koperasi diantaranya : 
a.       SDM yang kurang memadai
b.      kemudian sosialisasi yang dilakukan pemerinatah sanagat minim
c.      Dan yang terakhir hambatan pada postingan yang pedana adalah terlalu menitik beratkan pada profit yang diasilkan yang seharusnya yang dititik beratkan ialah bagaimana kemakmuran anggotanya berubah ketika koperasi berdiri.
Diatas adalah 3 point hambatan yang disebutkan di postingan saya sebelumnya namun untuk lebih jelasnya bahwa hambatan yang terjadi ada 2 hambatan yakni hambatan internal dan hambatan eksternal, SDM yang kurang memadai merupakan salah satu hambatan internal yang terjadi diantaranya (kurang profesionalnya manajement koperasi, banyaknya pengurus koperasi yang memiliki rangkap jabatan sering kali pengurus koperasi merupakan pejabat daerah sehingga tidak terfokus dalam pelaksanaan tugasnya, disamping itu banyak pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas), keterbatasan modal yang dimiliki oleh masing-masing koperasi,
     Kemudian hambatan-hambatan eksternal dalam perkembangan koperasi di Indonesia diantaranya adalah kurangnya kepercayaan anggota koperasi terhadap manajement koperasi, betambahnya pesaing dalam dunia usaha yang menwarkan profit kepada masyarakat, kenaikan harga yang semakin menjulang sehingga usaha kecil tertekan.
Untuk lebih mengerti tentang kendala-kendala tersebut mari kita lihat pembahasan dibawah ini satu persatu:

Penjelasan hambatan-hambatan internal diantaranya :
1.      SDM yang kurang memadai
SDM atau sumber daya manusia yang terdapat dalam koperasi itu maslah yang terdapat dalam masalah sdm ini anatanya adalah 

·           kurang profesionalnya manajement koperasi
kurang profesionalnya manajement koperasi dapat dilihat bagaimana penanganan administrasi yang terkadang tidak transparent sehingga terjadi kecurigaan dari anggota koperasi yang ada, kemuidian tidak menutup kemungkinan adanya nepotisme dalam penempatan jabatan yang ada.
·           Banyaknya pengurus koperasi yang memiliki rangkap jabatan
Permasalahn internal lainnya dari SDM yang kurang memadai adalah banyak pengurus yang memiliki rangkap jabatan maksudnya adalah banyak pengurus yang terdapat pada koperasi memiliki lebih dari satu jabatan bahkan jabatan yang lebih dari satu itu di luar dari organisasi atau keperluan yang berbeda contoh simplenya adalah banyak pengurus koperasi juga merupakan bagian dari pejabat Negara atau pejabat daerah, yang akibatnya adalah pengurus tersebut tidak terfokus pada satu tugas dan kepentingan.
·           Banyak pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas
Kemudian adalah banyak koperasi yang dihuni oleh pengurus yang sudah lanjut usia sehingga kapasitas dalam pelaksanaan tugasnya sangat terbatas contoh simplenya adalah suatu koperasi dewasa ini harus transparant baik administrasinya maupun info update apapun dengan cepat dan tepat sehingga pengurus harus memiliki keahlian dalam mengoprasikan teknologi yang modern, masalah ini harus cepat ditangani dengan cara mengenalkan teknologi-teknologi tersebut kepada para pengurus sebelumnya atau dengan cara regenerasi.
2.      Keterbatasan modal yang dimiliki oleh masing-masing koperasi
Masalah yang satu ini sebenarnya telah terselesaikan dengan banyaknya bantuan dari pemerintah namun kembali manajement koperasi pemerintah itu sendiri yang mengolah dana-dana tersebut yang terkadang malah menjadi boomerang untuk koperasi itu sendir karena tidak profesionalnya koperasi itu sehingga kekurangan modal tidak bisa dihindarkan.

Penjelasan hambatan-hambatan eksternal 
1.        Kurangnya kepercayaan anggota koperasi terhadap manajement koperasi.
Masalah ini adalah masalah yang merupakan kelanjutan dampak dari kurang profesionalnya manajement koperasi itu sendiri sehingga banyak anggota dan masyarakat luar sana yang berfikir dua kali bahkan berulang kali untuk join dengan koperasi, karena resiko yang cukup besar dari koperasi yang akan dijalaninya.
2.      Betambahnya pesaing dalam dunia usaha yang menawarkan profit kepada masyarakat.
Kemudian masalah yang pelik lainnya adalah ketika bertambahnya atau tumbuh suburnya badan-badan usaha di luar koperasi yang membuat koperasi semakin terkikis, karena mereka yang diluar koperasi itu menawarkan hal-hal yang membuat masyarakat tertarik diantaranya kembalinya modal dengan cepat kemudian profit yang besar. Apalagi di negeri kita ini Indonesia perusahaan-perusahan luar negeri yang merajalela di plosok-plosok negeri ini sangat-sangat memprihatinkan bukan.
3.        Kenaikan harga yang semakin menjulang sehingga usaha kecil tertekan.
Di Indonesia terkhusus sangat rentan dengan kenaikan harga karena inflasi yang turun naik sehingga harus sangat diperhatikan, apalagi jika kita mundur beberapa waktu yang lalu ketika Indonesia mengalami krisis yang dahsyat yang menyebabkan banyak badan usaha besar hancur apalagi dengan usaha yang kecil? Begitu pula di zaman setelah orde baru ini banyak bahan baku yang naik yang menyebabkan usaha-usaha kecil tertekan  bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk berhenti karena takut kerugian yang lebih besar.

Referensi :
akuntansi koperasi

Seandainya Saya Menjadi Menteri Koperasi



Membicarakan tentang koperasi, terkhusus Seandainya Saya Menjadi Menteri Koperasi kelak, tentu saja saya harus mengetahui apakah itu koperasi ?, apakah fungsi dari koperasi ?, apakah kendala dari koperasi ?, baikalah di bawah ini akan kita bahas satu persatu.
I.          Definisi dan Tujuan Koperasi
            Secara singkat koperasi itu adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. yang bertujuan untuk memberikan kehidupan yang sejahtera dan makmur dalam sisi ekonomi terkhusus untuk anggotnya dan masyarakat pada umumnya disamping itu tujuan dari koperasi dapat dikatakan untuk memulihkan atau merubah keadaan sosial dan ekonomi anggota.
            Dilihat dari pengertian dan tujuan koperasi yang dibabarkan di muka tentu saja itu sangat menggiurkan untuk kita jika itu semua dijalankan dengan aturan dan proses yang benar tentunya yakni yang telah diatur di perundang-undangan Nomor 25 Tahun 1992 yang telah diperbaharui dengan undang-undang nomor 17 tahun 2012 tentang perkoperasian. Untuk mencapai tujuan dari koperasi seorang mentri koperasi harus pintar dalam menganalisis kekurangan dan hambatan yang terjadi pada perkembangan koperasi di suatu daerah bahkan negara terkhusus negara Indonesia tercinta ini. Dari sumber referensi-referensi yang telah saya baca saya dapat menyimpulkan beberapa hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kita dalam pengembangan koperasi di Negara kita ini, yang akan dibahas pada point kedua dibawah ini.

II.    Kendala ataupun Hambatan pada Koperasi
            Seorang Mentri Koperasi seperti dikatakan di atas bahwa harus pintar dalam mengnalisis kekurangan dan hambatan yang dihadapi dalam perkembangan koperasi dewasa ini. Hambatan-hambatan yang sangat terlihat jelas diantaranya kurangnya sosialisasi atau perkenalan dari pihak-pihak yang memliki wewenang khusus dalam bidang koperasi ini salah satunya orang-orang yang ada pada struktur Negara yang bergelut dalam bidang perekonomian, yang sangat saya sayangkan adalah mengapa para petinggi Negara banyak sekali yang hadir di iklan-iklan televisi ketika masa pemilu akan tiba, bukankah lebih efektif media tersebut digunakan tuk perkenalan program-program penting Negara? Seperti koperasi ini.
            Kemudian kedua, hambatan yang saya simpulkan dari beberapa sumber yakni hambatan dari segi SDM yang menjalani koperasi tersebut diantaranya pengurus kemudian anggota pun dapat menjadi penghambat, dari sisi pengurus terkadang pengurus koperasi belum memiliki kapasitas dalam memanage suatu organisasi sehingga berdampak pada kurangnya kepercayaan dari anggota sedangkan dari sisi anggota hambatan tersebut timbul dikarenakan kurangnya sosialisasi tadi sehingga masyarakat masih buta tentang koperasi terkadang koperasi dijalankan oleh masyarakat pedalaman seperti petani, buruh dan sebagainya karena adanya tekanan dari pemerintah sehingga berjalannya koperasi kurang maksimal.
            Kemudian penghambat koperasi adalah pengukuran kesuksesan koperasi itu  masih dilihat berdasarkan profit dari penjualan yang dilakukan, perkembangan anggota, modal dari para anggota dan sebagainya, seharusnya pengukuran kesuksesan koperasi itu sendiri bisa kita lihat dari perubahan sisi perekonomian ataupun kemakmuran anggota koperasi itu sendiri bahkan masyarakat sekitar. Dan inilah point pentingnya dari semua ini, seandainya  saya menjadi mentri koperasi, apakah yang saya akan lakukan ?

III.  Kebijakan-Kebijakan Jika Saya Menjadi Menteri Koperasi
            Baiklah jika saya menjadi seorang Mentri koperasi yang pertama saya akan lakukan adalah meninjau koperasi-koperasi yang masih berjalan dewasa ini, apakah kekurangan dan kelebihan pada koperasi-koperasi itu ataukah hambatan-hambatan yang di jelaskan diatas sangat dominan pada koperasi yang masih ada sekarang, yang kemudian akan saya evaluasi untuk kinerja di periode jabatan saya bahkan periode selanjutnya.
            Kemudian yang akan saya lakukan adalah mensosialisasikan rancangan koperasi yang sehat kepada para pengurus maupun anggota koperasi yakni dengan mensosialisasikan keuntungan koperasi untuk para anggota, kemudian management yang professional untuk para pengurus koperasi itu sendiri dan memperkenalkan teknologi terupdate untuk para pengurus, ini merupakan kebijakan yang saya keluarkan untuk permasalahan SDM yang di jelaskan sebelumnya disamping itu saya akan menetapkan kriteria untuk para pengurus koperasi ada beberapa kompetensi yang harus dikuasai sehingga cita-cita koperasi yang professional akan tercipta.
            Jika saya menjadi seorang menteri koperasi saya akan memilih dalam pengalokasian modal tuk pembukaan koperasi bukannya meminimalisasikan pengaalokasian, saya pernah membaca salah satu opini mahasiswa yang mengatakan bahwa pengalokasian dana tuk pembangunan koperasi menyebabkan kemalasan dan ketidakdewasaan masyarakat, saya tidak sependapat dengan opini tersebut karena masyarakat di pedalaman yang memerlukan pengalokasian tersebut sangat membutuhkan dana tersebut di karenakan mereka minim sekali modal bahkan bisa dibilang tidak ada, jadi menurut saya kebijakan yang tepat dari seorang mentri koperasi pada hal ini adalah memilah dan memilih mana daerah yang perlu diberikan pengalokasian dana untuk keperluan koperasi, itu saya akan lakukan jika saya menjadi mentri koperasi, update kabar yang saya dengar bahwa beberapa propinsi telah mengajukan permohonan kepada mentri koperasi untuk alokasi dana tuk koperasi tentu saja ini kabar bagus bukan? Berarti para pemimpin kita terkhusus di daerah-daerah sangat bersemangat untuk memajukan koperasi di Indonesia ini.
            Itulah beberapa kebijakan yang ingin saya terapkan dalam tugas yang saya emban jika saya diamanahkan sebagai seorang menteri koperasi, dan satu lagi yang ingin saya praktekan ketika saya menjadi seorang menteri koperasi dengan mengkopi salah satu pemimpin di negeri ini dengan belungsukan, dengan belungsukan ke daerah-daerah yang memerlukan perhatian khusus untuk pembangunan dan perkembangan perekonomiannya, dengan cara belungsukan ini saya akan lebih tahu dan lebih memahami permasalahan yang rill dan langkah yang harus saya lakukan kedepan.
            Sedikit penutup dari saya bahwa koperasi kita ini tidak terlalu buruk bahkan bisa dibilang baik, mengapa saya katakan seperti itu? Setelah saya perhatikan seperti yang dikatakan diatas para pemimpin propinsi di Indonesia ini mengjukan pengalokasian dana untuk pembangunan koperasi ini adalah sinyal baik perkembangan koperasi di Negara kita dan contoh sederhana lain adalah di daerah depok ini sudah sangat banya koperasi yang berdiri dan itu tidak terendus oleh para pengkritik negeri yang bisanya hanya mengkritik kekurngan-kekurangan negeri ini. Ayolah kita majukan semua sektor dinegeri ini dengan prestasi bukan dengan kritik-kritik dan cemoohan yang tak ada gunanya, hidup koperasi Indonesia. 

refferensi 
akuntansi koperasi

tag