Jumat, 29 November 2013

BUDAYA KORUPSI


Korupsi ,, banyak yang mengatakan bahwa korupsi adalah perbuatan yang paling dilarang karena itu perbuatan atau kegiatan mengambil yang bukan hak miliknya, namun apakah yang berbicara seperti itu tidak melakukan korupsi? Apakah setiap orang didunia tidak lepas dari kegiatan korupsi? Apakah semua orang bersih dari kegiatan korupsi? Jawabannya akan kita bahas satu persatu

I.                   Korupsi
Korupsi adalah , pada zaman-zaman dahulu ketika kehidupan para nabi pun ada kasus-kasus serupa dengan korupsi dan dosa yang dikenakan untuk para korupsi tidak jauh berbeda dengan pencuri bukan?.korupsi adalah pengumpulan pleh seseorang yang memiliki wewenang untk mengolah suatu hal namun diselewengkan.

II.                Kasus-kasus korupsi
Banyak sekali kasus korupsi di Indonesia ini jika jika kita sebutkan satu persatu kemungkinan tidak akan pernah cukup, dibawaah ini saya akan sebutkan contoh sepele korupsi yang terjadi pada masyarakat :

1.      Pembuatan KTP dan surat lain
Fenomena ini dapat sama-sama kita temui disuatu kelurahan atau kelengkapan negara lainnya, ketika ada seorang warga negara yang ingin membuat suatu katu identitas ataupun surat-surat yang lain terkadang harus disibukan dengan adanya urusan yang ribed dan harus bertele-tele namun itu semua bisa diatasi dengan  uang, banyak sekali orang yang mengetahui ini namun dibiarkan saja, secara tidak langsung ini mempermainkan orang-orang susah untuk orang-orang kaya mereka dapat membayar para pegawai untuk memperlancar pembuatan surat-surat tersebut minimal 500.000 misalnya tapi untuk rakyat miskin apakah itu enteng? Sehingga mereka harus menunggu lama dalam pembuatan surat-surat yang dibutuhkan.

2.      Tilang
Fenomena selanjutnya adalah fenoimena tlang, yakni uang untuk memperlancar jalan untuk bebas dari hukuman yang lebih ribet lagi, tilang dilakukan oleh orang yang terkena sanksi berupa pelanggaran lalu lintas namun ini dijadikan pemasukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab mereka hanya membutuhkan kata”damai” untuk mendapatkan uang dari sipelanggar lalu lintas, dengan uang yang dikeluarkan si pelanggar 50.000, 100.000 atau lainnya akan memperlancar perjalan hukum dijalan dan kata-kata yang terakhir yang terlontar adalah “ikhlas ya”.

3.      Kasus daerah kampung rawa
Kelengakapan negara didaerah saya pun tak luput dari kegiatan keji ini, pada tahun lalu ada kabar bahwa kampung saya akan dijadikan proyek pembuatan tempat pembuangan sampah, namun itu semua harus mendapatkan persetujuan dari para kelengkapan negara salah satunya adalah rw, dan yang menggemparkan adalah hanya membutuhkan waktu kurang lebih beberapa bulan untuk mendapatkan persetujuan itu dan pada akhirnya terenduslah kebusukan dari permainan unag yaitu para rw dan beberapa dedengkotnya mendapatkan dana dari kelengkapan negara yang lebih tinggi duhduhduh kebongkar deh.

4.      Kasus kasus besar korupsi Indonesia
Semua insan Indonesia pasti sudah mengetahui semua mengenai kasus-kasus korupsi diI ndonesia jadi saya tidak akan panjang lebar membahas yang satu ini, kasus yang masih hangat
-          Kasus hambalang
-          Impor daging sapi
-          Wisma atlet
-          Dirjen pajak
-          Dan masih banayak lagi
Itu adalah sekelumit kasus yang terjadi di Indonesia yang benar-benar mengagetkan kedaulatan negara, sejujurnya saya sudah bosan membicrakan kasus-kasus diatas karena penyelesaian kasus korupsi orang-orang gedean seperti mereka itu sangat mudah hanya dengan berapa milyar mereka sudah dapat bebas, so we don’t care, tapi kami mahasiswa siap membantu.

III.             Solusi yang ditawarkan
Solusi yang saya berikan untuk penuntasan kasus-kasus korupsi, saya tetap pegang teguh tentang “hukum jera”, seharusnya efek jera yang diberikan oleh badan hukum di Indonesia ini harus lebih tegas, seperti dinegara-negara maju lainnya, saya pernah mendengar bahwa salah satu negara asia siapa yang kedapatan korupsi dia akan di hkukum mati, namun kalo di Indonesia namun belum bisa seperti itu jarena kita kan negara HAM juga, namun setidaknya berikan kesan jera itu kepada pelaku korupsi dengan hukuman yang benar-benar hukuman seperti hukuman seumur hidup di penjara, atau hukuman mati untuk yang telah berkali-kali kedapatan  korupsi, hukuman moral dan sebagainaya.

Solusi yang selanjutnya adalah menerapkan sifat jujur kepada para anak dan para pemuda Indonesia dengan pendidikan yang benar dan mendidik dimanapu dan kapanpun kita berada.

Mari kita bangkitkan negeri ini dan bersihkan dari tangan-tangan tikus yang mungil yang mengrogoti kita denga sedikit demi sedikit.

Selasa, 26 November 2013

1. PEMILU-PEMILU SEBELUM 2004



a.       Pemilu tahun 1955
Pemilu 1955 merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Pemilu 1955 dilakukan dua kali. Yang pertama, pada 29 September 1955 untuk memlih anggota-anggota DPR. Yang kedua, 15 Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota Dewan Konstituante. Dalam sejarah pemilu tahun 1955 seharusnya diadakan pada tahun 1946 pasca proklamasi republik Indonesia, mengapa pemilu pada tahun tersebut gagal terlaksana?penyebab-penyebab tersebut antara lain 1. Belum siapnya pemerintah baru, termasuk dalam penyusunan perangkat UU Pemilu; 2. Belum stabilnya kondisi keamanan negara akibat konflik internal antar kekuatan politik yang ada pada waktu itu, apalagi pada saat yang sama gangguan dari luar juga masih mengancam. Dengan kata lain para pemimpin lebih disibukkan oleh urusan konsolidasi.
            Landasan hukum yang memeyungi terlaksannya pemilu tahun 1955 adalah UU No. 7 Tahun 1953 tentang Pemilu yang selesai dibahas oleh parlemen pada masa pemerintahan Wilopo dari PNI pada tahun 1953 yang merupakan penerus dari masa pemerintahan sebelumnya. Patut dicatat dan dibanggakan bahwa pemilu yang pertama kali tersebut berhasil
diselenggarakan dengan aman, lancar, jujur dan adil serta sangat demokratis. Pemilu 1955 bahkan mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara asing. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan. Yang menarik dari Pemilu 1955 adalah tingginya kesadaran berkom-petisi secara sehat. Misalnya, meski yang menjadi calon anggota DPR adalah perdana menteri dan menteri yang sedang memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan untuk menggiring pemilih yang menguntungkan partainya. Karena itu sosok pejabat negara tidak dianggap sebagai pesaing yang menakutkan dan akan memenangkan pemilu dengan segala cara.

b.      Pemilu tahun 1971
 Selama periode 1955-1970 pemilu ditiadakan, alsannya adalah dewan kontituante tidak dapat membuat perundang-undanagan, yang dikarenakan kontituante terlalu sering melakukan penggantian anggota didalamnya, Sehingga dewan konstituante dibubarkan melalui dekret presiden 5 juli 1959  berikut isi dekret presiden :

1.      Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu sesingkat-singkatnya
2.      Pemberlakuan kembali UUD’45 dan tidak berlakuknya UUDS’50
3.      Pembubaran konstituante.

Pemilu 1971 adalah pemilu pertama pada orde baru dan  merupakan pemilu kedua yang diselenggarakan bangsa Indonesia. Pemilu yang dilaksanakan pada 5 Juli 1971 ini diselenggarakan untuk memilih Anggota DPR. Sistem Pemilu 1971 menganut sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan sistem stelsel daftar, artinya besarnya kekuatan perwakilan organisasi dalam DPR dan DPRD, berimbang dengan besarnya dukungan pemilih karena pemilih memberikan suaranya kepada Organisasi Peserta Pemilu. Pemilih dalam periode tersebut sebanyak 43.104.464 menyalurkan aspirasinya kepada salah satu peserta Pemilu itu. Dalam hubungannya dengan pembagian kursi cara pembagian yang digunakan dalam Pemilu 1971 berbeda dengan Pemilu 1955. Dalam Pemilu 1971, yang menggunakan UU No. 15 Tahun 1969 sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap daerah pemilihan. Cara ini ternyata mampu menjadi mekanisme tidak langsung untuk mengurangi jumlah partai yang meraih kursi dibandingkan penggunaan sistem kombinasi. Tetapi, kelemahannya sistem demiki-an lebih banyak menyebabkan suara partai terbuang percuma. Jelasnya, pembagian kursi pada Pemilu 1971 dilakukan dalam tiga tahap, ini dalam hal ada partai yang melakukan stembus accoord. Tetapi di daerah pemilihan yang tidak terdapat partai yang melakukan stembus acccord, pembagian kursi hanya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pembagian kursi pada Pemilu 1971 adalah sebagai berikut. Pertama, suara partai dibagi dengan kiesquotient di daerah pemi-lihan. Tahap kedua, apabila ada partai yang melakukan stembus accoord, maka jumlah sisa suara partai-partai yang menggabungkan sisa suara itu dibagi dengan kiesquotient. Pada tahap berikutnya apabila masih ada kursi yang tersisa masing-masing satu kursi diserahkan kepada partai yang meraih sisa suara terbesar, termasuk gabungan sisa suara partai yang melakukan stembus accoord dari perolehan kursi pembagian tahap kedua. Apabila tidak ada partai yang melakukan stembus accoord, maka setelah pembagian pertama, sisa kursi dibagikan langsung kepada partai yang memiliki sisa suara terbesar.

4.      pemilu 1977-1997
perbedaannya dengan Pemilu-pemilu sebelumnya adalah bahwa sejak Pemilu 1977 pesertanya jauh lebih sedikit,dua parpol dan satu Golkar. Ini terjadi setelah sebelumnya pemerintah bersama-sama dengan DPR berusaha menyederhanakan jumlah partai dengan membuat UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Kedua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan atau PPP dan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI) dan satu Golongan Karya atau Golkar. Jadi dalam 5 kali Pemilu, yaitu Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 pesertanya hanya tiga tadi. Hasilnya pun sama, Golkar selalu menjadi pemenang, sedangkan PPP dan PDI menjadi pelengkap atau sekedar ornamen. Golkar bahkan sudah menjadi pemenang sejak Pemilu 1971. Keadaan ini secara lang-sung dan tidak langsung membuat kekuasaan eksekutif dan legislatif berada di bawah kontrol Golkar. Pendukung utama Golkar adalah birokrasi sipil dan militer.

5.      Pemilu 1999

Setelah Presiden Soeharto dilengserkan dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998 jabatan presiden digantikan oleh Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Atas desakan publik, Pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan, sehingga hasil-hasil Pemilu 1997 segera diganti. Kemudian ternyata bahwa Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie. Pada saat itu untuk sebagian alasan diadakannya Pemilu adalah untuk memperoleh pengakuan atau kepercayaan dari publik, termasuk dunia internasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggaptidak dipercaya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden
dan wakil presiden yang baru. Ini berarti bahwa dengan pemilu dipercepat, yang terjadi bukan hanya bakal digantinya keanggotaan DPR dan MPR sebelum selesai masa kerjanya, tetapi Presiden Habibie sendiri memangkas masa jabatannya yang seharusnya berlangsung sampai tahun 2003, suatu kebijakan dari seorang presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya. Satu hal yang secara sangat menonjol membedakan Pemilu 1999 dengan Pemilu-pemilu sebelumnya sejak 1971 adalah Pemilu 1999 ini diikuti oleh banyak sekali peserta. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. Peserta Pemilu kali ini adalah 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai. Dalam sejarah Indonesia tercatat, bahwa setelah pemerintahan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap, pemerintahan Reformasi inilah yang mampu menyelenggarakan pemilu lebih cepat setelah proses alih kekuasaan.

Sumber : KPU Jakrta

Selasa, 19 November 2013

Management


I.                   Management dan fungsi manajement

Koordinasi dari seluruh suberdaya (manusia , alam amupun buatan. Management dapat dirasakan dimanapun kita berada terkusus pada suatu organisasi, sehingga begitu sentralnya peran suatu management dalam kesuksesann suatu organisasi. Diabawah ini akan dibahas 10 fungsi dari management itu sendiri diataranya :
 
1.      Forecasting (ramalan)
Memproyeksi  diri terhadap kemungkinan terhadap yang akan terjadi bila suatu dikerjakan.

2.      Planing(perencanaan)
Penentuan serangkaiana tindakan dan kegitan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

3.      Organizing (organisasi)
Penegelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan termasuk dalam hal ini penetapan susuananorganisasi tugas dan fungsi.

4.      Staffing(penempatan tenaga kerja)
Penyusunan personalaia sejak dari penarikan tenaga kerja baru, altihan dan pengembangan sampai dengan usaha sgar setiap petugas memberi daya maksimal pada organisasi.

5.      Directing (pengarahan)
Usaha pemberian arahan, bimbingan, saran-saran perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

6.      Leading
Pekerjaan manager untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai tujuan yang telah disepakati.

7.      Coordinating (koordinasi)
Menyelaraskan tugas ataupun p[ekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling lempar tanggung jawab dengan jalan membungkuk menyatukan psroduk dan menyelaraskan pekerjaan bawahan

8.      Motivating (motivasi)
Pemberian semangat inspirasi dan dorongan-dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegitan yang telah ditetapkan secara sukarela.

9.      Controlling (pengawasan)
Penemuan dan penerapan cara maupun peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai tujuan.

10.  Reporting (pelaporan)
Penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.

Dalam perjalannannya management, menimbulkan beberapa opini mengenai fungsi tersebut termasuk para ahli yang menelitinya pendapat tersebut diantranya :
Oey liang lee berpendapat fungsi management (planning, organizing, directing, coordinating, controlling) kemudian james stoner yang berpendapat pula mengenai fungsi management yaitu (planning,organix=zing,leading,controlling) kemudian hanry fayol (planing organizing, commanding, coordinating, controlling) dan terakhir kontz dan odonel (organizing, staffing, direccting, planing, controlling).

II.                Manager
Yang tidak terlepas dari management adalah peran seorang manajer dalam memanage apaa yang dipeganganya, jenis-jenis manajer berdasarkan tingkatannya ataupun hirarkinya :
a.       manajer tingkat atas (top manajer)
b.      manajer tingkat menengah (middle manajer)
c.       menejer tingkat bawah (first line manajer)
d.      karyawan non manajer
kemudian berdasarkan fungsinya manajer dibagi atas beberapa manajer yakni
manajer umum yang terdiri dari manajer divisi, kemudian manajer fungsional yang biasanya terdiri dari manajer personalia, manajer pemasaran, manajer produksi, manajer R/D, manajer keuangan dan sebagainya).
Manager merupakan individu yang harus memiliki keterampilan-keterampilan tertentu agar apa yang di amanage dapat berjalan dengan lancar baik dan teratus sesuai sistematikanya, keterampilan-keterampilan manajer menurut robert katz tersbut diantanya :
Keterampilan konseptual /conceptual skill :kemampuan mental untuk mengintrgasi dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi ini cocok untuk manajer tingkat atas atau top manajer.
Keterampilan kemanusiaan/human skillls :kemampuan untuk saling bekerja sama dengan memahami dan memotivasi orang lain ini harus dikuasai oleh semua jenis manajer.
Keterampilan administrasi : kemampuan yang berhubungan dengan fungsi-fungsi manajement yag dilakukan ini pun untuk semua jenis manajer.
Keterampilan teknik :kemampuan ini termasuk kteampilan untuk menggunakan peralatan-peralatn ataupun prosedur-prosedur dan metode dari suatu bidang tersebut ini biasanya digunakan oleh jenis manajer berupa lower manajer.
Setelah keterampilan ditentukan barulah seorang manajer mengaplikasikan itu semua kedalam kegiatan-kegiatannya, kegiatan-kegiatan manajer dapat dilihat dari 2 pendekatan yaitu :
-  pendekatan kegiatan/activities approasch yaitu kegiatan sehari-hari manager rutin, mengatur, mengontrol
-      pendekatan kedua yakni pendekatan fungsi, function approach yakni mengambil keputusan penting, mengelola sdm, mediator, politisi dan seorang diplomat.
Demikian tulisan kali ini mengenai managemnt dan mager semoga bermanfaat untuk kita semua.

tag